Harimau Yang tidak Ikhlas dan kurang Bersyukur

Cerita Fabel - 
Harimau yang tidak ikhlas dan kurang bersyukur

Pada suatu hari di hutan, ada seekor Harimau yang Gusar, ia gusar karena ia ingin mengganti warna bulunya, sudah lama sekali ia ingin mengganti warna bulunya yang belang-belang coklat dan hitam. “waduh bagaimana ya… agar buluku bisa berganti warna, aku ingin buluku hanya berwarna hijau" kemudian datang seekor Keledai. “pilih warna biru atau merah, pilih warna merah atau biru?“ Keledai itu bicara dengan dirinya sendiri. Mendengar ucapan keledai tersebut, Harimau langsung bertanya “Hai Keledai, kau mau menganti warna bulu mu ya ? kasih tau akau donk bagaimana caranya agar aku bisa menganti warna buluku” dengan kaget Keledai menjawab “Hah, mengganti warna Bulu? Siapa yang bilang aku mau mengganti warna buluku Harimau? Dari sejak aku lahir. Buluku tumbuh dengan warna abu-abu seperti ini. Ayah ibuku bulunya juga sama dengan warna buluku, saudara dan teman-teman ku sesama Keledai warna bulunya juga sama dengan aku!“ Harimau masih menceritakan niatnya mengganti warna bulu tersebut. “pasti bisa ada caranya, aku ingin sekali menganti warna buluku ,agar tidak belang-belang seperti ini” Keledai tetap menyanggah ucapan Harimau “tidak mungkin bisa Harimau, warna bulu kita diciptakan dan di tentukan oleh sang Maha Pencipta kita, Kita tidak bisa mengantinya” Namun tetap saja Harimau percaya bahwa bulunya bisa berubah. “siapa tau aja ada obat yang bisa merubah warna bulunya yang baru tumbuh menjadi warna hijau"  Keledai menertawakan ucapan Harimau. “Hah,,, obat ? haahahaha, mana ada obat nya Harimau ! kamu ini ada-ada saja , hahahahahaha!"  Mendengar ucapan Keledai Harimau menjadi marah, “dari pada kamu menertawai aku , lebih baik kamu pergi dari sini Keledai sebelum kau cakar kamu!“  Keledai takut dan meminta maaf pada Harimau sambil meninggalkan tempat itu.
Setelah Keledai pergi . datanglah Singa dan menyapa Harimau yang sedang bermuram durja . “Hari ini ku sedang kesal Singa, karena aku belum tahu bagaimana caranya agar bulu ku tumbuhnya tidak berwarna belang-belang lagi“  Singa memberi nasihat pada Harimau untuk tidak memakan daging lagi seumur Hidupnya, Namun hanya boleh memakan sayuran agar bulunya menjadi hijau  “makan sayur-sayuran Singa ? wah mana enak ? tuhan sudah mentakdirkan aku bahwa makananku adalah daging-dagingan bukan sayur-sayuran !“ Singa melanjutkan nasehatnya “nah itu, kamu pintar Harimau , begitu juga dengan warna bulu kamu, Tuhan sudah menakdirkan bahwa warna bulu kamu belang-belang coklat dan hitam bukan berwarna hijau, tidak ada yang bisa merubah takdir Tuhan“ Harimau menyadari kesalahanya “ooiyaya .. sekeras apaun ku berusaha , tetap saja aku tidak bisa menganti warna buluku menjadi hijau, karena memang sudah menjadi kehendak tuhan, aku ingin meminta maaf pada Keledai, karena tadi aku sempat memarahinya“

Pesan Moral :

Sebagai makhluk ciptaan Tuhan,harusnya kita senantiasa mensyukuri dan ikhlas menerima ketentuan yang sudah ditetap kan pada diri kita, bila kita ikhlas dan bersyukur, maka hidup kita akan menjadi lebih nikmat, sempurna dan berbahagia.





Subscribe to receive free email updates:

Related Posts :

  • Gagak yang sombong Cerita Fabel - Gagak yang sombong Saat ini dihutan sedang sibuk, seluruh isi hutan sedang mempersiapkan sebuah lomba menyanyi untuk selu… Read More...
  • Sang gajah dan monyet Cerita Fabel - Sang Gajah dan Monyet Didalam sebuah hutan, tinggal seekor gajah yang tinggi dan kuat, sang gajah merasa sangat kagum den… Read More...
  • Si Kancil dan Rubah yang serakah Cerita Fabel - Si Kancil dan Rubah yang Serakah Pagi itu si rubah hendak memejamkan mata namun dia tidak bisa tidur, “aduh kalau perut … Read More...
  • Singa dan tikus Cerita Fabel - Singa dan Tikus Disebuah hutan, tinggalah berbagai macam hewan diantara hewan itu , terdapat singa si raja hutan dan si t… Read More...
  • Buaya yang serakah Cerita Fabel - Buaya yang serakah Disebuah pinggiran sungai ada seekor buaya yang kelaparan, sudah 3 hari buaya itu belum makan, … Read More...

0 Response to "Harimau Yang tidak Ikhlas dan kurang Bersyukur"

Post a Comment